Seperti hari sepanjang debu waktu
Percuma biarkan berlalu dan sejumput kamu
Urung mampu untuk sekedar berlagu
Sembunyi dibelenggu dan bisu
Tertelan dalam rongga kelu
Cukup gema merayu rayu,
'Kupanggil apa dirimu?'
Duren Sawit, 031108
Seperti hari sepanjang debu waktu
Percuma biarkan berlalu dan sejumput kamu
Urung mampu untuk sekedar berlagu
Sembunyi dibelenggu dan bisu
Tertelan dalam rongga kelu
Cukup gema merayu rayu,
'Kupanggil apa dirimu?'
Duren Sawit, 031108
Kau jatuhkan kemana puntungmu?
Kata peramal itu berkhasiat, jangan sembarang
Bisa tolak air bah
Bisa tolak orang tak mendekat
Kau perhatikan lampu merahmu?
Kata peramal itu wasiat, jangan pedulikan
Bisa tancap semua kendara
Bisa tancap mati sekalian
Kau nyalakan kotak televisimu?
Lidah peramal bersilat, jangan matikan
Bisa masturbasi kriminal
Bisa pasi kesetanan
Kau rekat kemana akal kotaku?
Lidah terjaring pukat, jangan jangan
Bisa reg ramal reg primbon
Bisa menghitam iman semolek karbon
Duren Sawit, 19102008
Brak!
Retaklah alunan gitar yang mulai menua
Dihantam jendela tempat melompat
Semua nada umpat untuk kaburkan semua
Bayang semu nyata dan semua hina
Seperti kucing di jendela yang melompat dan tersentak gitar tua
Duren Sawit, 19102008