Senin, April 28, 2008

Baju Tidur Sang Kapal

Karibku sang kapal
Tangguh menghadang karam
Ke lautan yang bukan miliknya
Ke lautan yang buahkan harta rampasan

Kapal malang terhempas
Ke lautan yang bukan dunianya
Menelisik jangkar yang tadi lepas
Di lautan yang kalang cekik lehernya

Karibku sang kapal
Sanggup buyar ombak dengan apinya
Di tungku yang mendingin malam
Di pangkuan berkisah pucat rembulan

Kapal malang tergilas
Ke daratan yang menjadi rahimnya
Menjala ikan dalam lubang galian
Di dunia yang jalang gerogoti segala tiang

Karibku sang kapal
Gapai ombak terdekat dalam badai
Gauli laut yang menderas dada, mencari pegangan
Di rerumpun karang baju tidur malamnya


Duren Sawit, 280408

Menghentak Belum Berlahar

Maaf aku ambil gambarmu
Tentang senyum yang terkembang
Dan segala sedih yang terpampang
Tanpa seijin malaikat malaikatmu

Maaf aku curi pandangmu
Tentang kepolosan yang berpendar
Dan kelabu yang menghadang
Tanpa meterai perjanjian paduka padukamu

Maaf aku terpaksa menyudut di sini
Tentang kamera yang menatap kosong
Dan merbabu yang menggempa
Menghentak belum berani berlahar di pelupukmu

Duren Sawit, 280408

Sapa Ku Lagi

Kau sapa ku lagi
Dalam bilur maya kembang tidur tak terpatri
Tak hanya itu
Kau baluri aku dalam semayam penuh duri

Kau haru kan ku lagi
Di luar segala tentang hidup yang makin berarti
Tak mampu begitu
Kau basuh aku dalam temaram mata terpejam tak peduli


Duren Sawit, 280408

Senin, April 14, 2008

Awas, Lidahmu Bercacing

Hati hati dengan jilatanmu
Kemarin tersedak angka itu pejabat yang sembunyi di amplop bawah meja

Hati hati dengan jilatanmu
Kemarin tersilet meterai itu si penghutang tak bisa berkelit tak urung bekernyit

Hati hati dengan jilatanmu
Kemarin terantuk paku itu si pengumbar nyawa di licin aspal keras selap selip di kepadatan

Hati hati dengan jilatanmu
Kemarin tergugurkan itu si penoda cinta dalam bunting nurani simpanan perawan alit

Dan kabar burung terbaru para penjaja senyum adalah
ada cacing cacing yang nanti menghuni mulutmu beranak pinak
bila tak kau jemur panas matahari dengan ramah sapamu

Hati hati dengan jilatanmu
Nanti tak mampu bicara seperti cacing hanya menggeliat tak bermakna seperti kemarin


Duren Sawit, 140408

Sabtu, April 12, 2008

Gula Gula Berhektar Roman

Minta seteguk saja
Dari berhektar anggur romanmu

Tapi apa ini?
Sepat dan bergumpal, juga curiga

Habis sudah panen raya
Ucap khidmatmu dari ujung sana

Seteguk saja tak mesti sehektar
Cuma ada gula gula di tangan terkulum lembut lembut

Tapi apa ini?
Manismu kepayang lebih dari sehektar



Duren Sawit, 120408

Dua Ribu Kembang Dalam Mimpi Yang Tertidur

Kusarikan sejumput kembang dalam mimpi yang tertidur:

Bukan mimpi dalam tidur kembang
Atau kembang dalam mimpi yang tertidur
Tapi itu tadi, cuma mimpi yang terkembang dalam tidur

tertidur dalam kembang mimpi.

Dua ribu delapan dan kamu mempelaiku
Reguk senyum sapa mertua sanak saudara
Lalu terbangun linglung dan sendu

tertidur dalam kembang mimpi.

Dua ribu tujuh dan kamu bidadariku
Harum aroma harap dan lelap sidekap
Lalu terseok mabuk dan takluk

tertidur dalam kembang mimpi.

Dua ribu empat dan kamu merpatiku
Terbang lepas rindu menderas
Lalu beranjak sesak digasak

tertidur dalam kembang mimpi.

Dua ribu dua dan kamu pengantinku
Tandaskan semua madu terseruput nikmat
Lalu tinggalkan pahit untuk manismu

tertidur dalam kembang mimpi.

Dua ribu satu, nol dan semua yang risau
Bersisa dalam ratusan lagu dan sajak dalam kardus sepatu
Hanya untuk dinyanyikan di saat sepi dan bisu

tertidur dalam kembang mimpi.

Lupakan peluh hindari raksasa pinggir jurang itu
Atau tumpukan bangkai di sepanjang jalan ramai pintu
Bahkan gemuruh letus api dari gunung besar di timur mataku

tertidur dalam kembang mimpi.

Bukan mimpi dalam tidur kembang
Atau kembang dalam mimpi yang tertidur
Tapi itu tadi, cuma mimpi yang terkembang dalam tidur



(untuk kamu, dia, dan mereka yang berpendaran, mengudara dan memenuhi udara yang hampa di sini)
Duren Sawit, 120408

Jumat, April 04, 2008

Yang Sejenak Mampir Semalam

sibuk ku hapus belukar
mabuk ku digerus rebus
masak masak di benak
hanya jumpa di tembikar
ditatah mimpi tak kunjung padam

pesan singkat sejenak
mabuk ku kurus gemetar
tanak tanak di rusak
hanya jumpa di layar
diperah mimpi berkabut hitam

dimana kamu berakar?



Duren Sawit, 040408

Kamis, Maret 27, 2008

Berkehendak. Bergerak.

Untuk Janang; seniman komik yang dipanggil Tuhan hari kemarin.


Bermenit-menit menunggu apa yang hendak tersurat di sini
Menyambung sedikit menit yang pernah tercipta waktu berkumpul dulu

Berjuang. Beritikad. Berkehendak.
Berjuang. Bergerak. Bergerak! (Itu gerakmu)

Dan sedikit guyonan yang melengkung senyum di ramah sapamu
Menabung sedikit pengalaman berkawan, bersahaja waktu berkumpul dulu

Berkehendak. Itu kepunyaan Sang Maha.
Berjuang. Bergerak. Bergerak! (Itu gerak kita)


Selamat jalan kawan ...

Duren Sawit 280308

Si Penulis Otot

Tangannya melotot
Bukan matanya, bukan matanya
Bilur keringat menjadi saksi tertawa
Tangannya masih melotot, masih melotot

Ototnya melingkar-lingkar
Pikiran terbebat deras bijak yang mampat
Bilur keringat tertawa di dahi umpat
Matanya berotot, matanya berotot

Tangannya melotot
Bukan matanya, bukan matanya
Bilur bilur menggores kertas
Akhirnya tertumpah, bijak berjuta kekang tertahan


Duren Sawit, 270308

Jala.

Aku pergi saja, ya?

Ke oase oase di hamparan sana
Pun mampu melukis
Dan bermandi sepuas onta
Bukan ikan. Apalagi serigala.

Ke prostitusi prostitusi di bilik maya
Pun mampu birahi
Dan mendebur hantam dermaga
Buana tergetar

Durhakakah aku?
Di pendar pendar Rabbana
Berlarian ketakutan, celaka!
Berhamburan jelalatan, gila kau!

Aku pergi saja, ya?
Agar kumampu bermandi dengan siripku sendiri
Sayang aku bukan onta. Bukan ikan. Apalagi serigala.
Cuma orang gila, tersangkut di jala-jala


Duren Sawit, 270308

Malam Itu, Aku Mencoba Melawan

Gempur! Gempur!

Aku tahu aku rasa apa

Lebur! Lebur!

Tapi terikatku pada rajam

takut azab takut azab takut azab

Tapi terpaku aku pada diam

Diam..

Redam hitam menjelaga sekujur pahala

Hapus.

Sebetulnya,
seakrab apa aku denganmu?


Pinsil buatan China dengan penghapus di kepala?
Aku menulis kau melipur atau sebaliknya?
Setubuh sebadan setiap hela kau di atas aku di bawah?

Ah, tidak begitu

Lalu kapan kita mampu mengagung buah mahakarya?
Kalau bulir garisku kau bual sekenanya?



Duren Sawit, 270308

Rabu, Maret 26, 2008

Untuk Segala Kenang; Terimakasih.

Bulan terang
Kan kukirim ribuan sekoci
Seperti Troy dilabuh Yunani
Sauh tanpa api

Lupakan pedang
Kan kulayar seribu janji
Seperti Romi pada Juli
Rengkuh asma hati

Matahari siang
Kan kulepas ribuan kenang
Seperti veteran pada perang
Berpeluh darah membumi

Lupakan petang
Kan kusemat seribu dalih
Seperti pelangi berbentang rapi
Luruh bisik penuh kasih



Duren Sawit, 260308

Selasa, Maret 25, 2008

Aku Menikah, Itu Katamu

Aku menikah, itu katamu

Sudah kuduga itu jawabnya
Karena lengan panjangmu makin kusut hari ini
Dan gajah kecilmu makin tersudut di bawah lemari
Lalu deringmu senyap di kegelapan

Sudah kuduga itu jawabnya
Karena gambar wajahmu makin kusam pagi ini
Dan catatan kecilku tak lagi di sini
Lalu petikan lagu lepas dari dekapan

Sudah kuduga itu jawabnya
Karena mimpi panjangku slalu kuperangi
Dan patah benakku makin terbebani
Lalu berlalu ku tak pernah tahu arti

Aku menikah denganmu,
itu katamu
dulu mimpiku



Duren Sawit, 250308

Sabtu, Maret 22, 2008

Imigran, Andai Kutanya Siapa Anda ...

Belai kuncir yang di sana
Bercakap dendang bersapa
Rupawan pun tak hanya
Kemana-mana
Dimana-mana
Sekali jadi tak percuma
Bila ...



Duren Sawit, 2008

Maret

Bagaimana?

Tarian hujan
Plesiran angin
Arakan awan
Biru menawan

Jadi apa?

Hentakan angan
Sentilan batin
Katakan akan
Biru kutawan


Duren Sawit, 2008

Jumat, Maret 21, 2008

A Conversation Guaranteed (excerpt from Y! Messenger: A Tool to Connect People Today)

idle.
My status. No. incoming calls

More friends: Available
$0.00 - Phone Out

Not running. Learn More.
IM with your windows. Live

Rewrite the future
> Find Out How


Duren Sawit, 2008

Jangan Banyak Alasan, Lakukan Sajalah!*

Berlafal
Bergumpal
Begundal

Aku sundal


*Sebut saja begitu untuk kekalutan ayah anak yang kadang tak berakal



Duren Sawit, 2008

Imigran, Andai Kutahu Siapa Anda ...

Fana diriku di sana
Bermandikan terang
Rupawanmu kelana
Kemana-mana
Dimana-mana
Seka rasaku tak percuma
Dan ...




Duren Sawit, 2008

Belang Terbilang

Berderak gemeretak tak bergerak
dan kau mendua

Merapuh menelan dahak
bersimpuh merengkuh retak

Hanya pana
diam
fana
padam

Terserak terantuk tak bergerak
dan kau menggila

Melepuh menahan talak
terenyuh seperti tergelak

Hanya belang
terbilang
gemilang
hilang




Duren Sawit, 2008 (Untuk seorang rekan yang urung tanggungjawab untuk segala ucapnya)